Legoland Pertama di Jepang Hadir di Nagoya

Setelah penantian panjang, Legoland luar ruang pertama di Jepang akhirnya beroperasi untuk pertama kalinya di Nagoya pada awal April 2017. Dengan dibukanya taman bermain ini, pemerintah setempat berharap semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan bisnis terbesar ketiga di Jepang ini.

Di taman bermain seluas 9,3 hektar ini, Legoland Japan menawarkan berbagai wahana yang terinspirasi permainan bongkah plastik asal Denmark tersebut, selain juga menyajikan makanan unik, seperti kentang goreng berbentuk balok Lego.

“Kami ingin anak-anak dari seluruh dunia datang ke Nagoya untuk menikmati liburan yang berkesan,” kata Torben Jensen, Presiden Legoland Japan, saat upacara pembukaan theme park tersebut.

Pengunjung dapat mengeksplor kota miniatur bernama Miniland, yang memiliki berbagai tiruan landmark Jepang dalam skala kecil, seperti Tokyo Station, Kiyomizu Temple di Kyoto, dan Nagoya Castle setinggi dua meter. Untuk membuat Miniland itu sendiri, dibutuhkan sekitar 10 juta balok Lego.

Anak-anak juga dapat mengendarai go-kart, menjajal roller coaster, dan mengikuti tur “bawah laut” di mana mereka diajak menyusuri tangki besar berisi ikan hidup.

Nantinya, theme park di kawasan Kinjo Wharf tersebut bakal diperluas lagi untuk membangun hotel Legoland dan berbagai atraksi baru lainnya demi meningkatkan jumlah kunjungan tamu repeater. 

Legoland Japan juga bakal bekerja sama dengan agen wisata asing untuk menjual paket tur yang sudah termasuk tiket masuk Legoland Japan.

Ryoichi Namba, ahli ekonomi Chubu Region Institute untuk Social and Economic Research, mengatakan bahwa taman bermain tersebut – yang hanya 17 menit naik kereta dari stasiun kereta Nagoya – bakal menarik banyak turis asing, karena Legoland Japan adalah Legoland kedua di Asia setelah sebelumnya hadir di Malaysia.

Walau demikian, Namba juga menambahkan kalau masih terlalu dini untuk memprediksi kesuksesan Legoland Japan, mengingat harga tiketnya yang relatif mahal dan bakal membuat pengunjung enggan untuk datang kedua kalinya. Tiket Legoland Japand 5.300 yen untuk usia 3-12 tahun, dan 6.900 yen untuk usia 13 tahun ke atas. Sementara tiket Tokyo Disneyland 4.800 untuk usia 4-11 tahun, dan tiket Universal Studios Japan di Osaka 4.723 yen untuk rentang usia yang sama. Selain itu, Jepang sebenarnya sudah memiliki Legoland di Tokyo dan Osaka, hanya saja Legoland tersebut berada di dalam mal.

Tempat Terbaik Melihat Sakura di Tokyo dan Kyoto

Bagi penyuka sakura, Japan Weather Association telah merilis perkiraan mekarnya bunga nasional Jepang tersebut untuk 2017.  Perkiraan ini merupakan perkiraan awal yang dapat berubah tergantung perubahan cuaca, dan sejumlah situs, termasuk japan-guide.com, terus memperbarui prediksi mereka untuk memastikan warga setempat dan wisatawan dapat melihat mekarnya sakura karena momen ini tidak bertahan lebih dari dua minggu.

Di Tokyo, misalnya, sakura bakal mekar penuh pada 22 Maret dengan waktu terbaik untuk hanami” – atau piknik di bawah pohon sakura sambil mengagumi panorama di sekelilingnya – pada 30 Maret hingga 7 April, sementara warga setempat dan wisatawan di Kyoto dapat menikmati panorama cantik ini mulai 29 Maret dengan waktu terbaik mulai 4 hingga 12 April.

Jutaan orang bakal datang ke Jepang untuk menikmatinya, sehingga banyak tempat populer yang saking penuhnya, mereka harus berdesakan dengan orang lain hanya untuk berfoto. Karena itulah kami menghadirkan sejumlah spot lainnya yang memang kalah populer (dan tak terlalu ramai), namun memiliki panorama sakura yang tak kalah cantiknya.

Monzen-Nakacho Canal, Tokyo

Terletak dekat Monzen-Nakacho Station, kanal ini memiliki kawasan pejalan kaki di sisinya dan sejumlah jembatan untuk lokasi mengambil foto. Datanglah saat malam ketika deretan lampion di sekitarnya dinyalakan.

Takano-gawa River, Kyoto

Sungai paling terkenal di Kyoto adalah Kamo-gawa, dan saat sakura mekar, sungai tersebut bakal ramai pengunjung. Sebagai gantinya, kunjungi Takano-gawa yang di tepinya juga terdapat deretan pohon sakura.

Shoujiji Temple, Kyoto

Selama ratusan tahun, Shoujiji Temple terkenal dengan deretan pohon sakura di sekelilingnya yang ditanam oleh biksu ternama. Namun karena lokasinya agak jauh dari pusat kota, jarang turis yang datang ke sini.

Shōsei-en Garden, Kyoto

Taman yang berada di sekeliling Higashi Honganji Temple ini tak hanya memiilki pohon sakura, namun juga kolam dan berbagai jenis tumbuhan lainnya. Namun karena kuil ini tidak terlalu banyak diketahui turis, biasanya saat musim sakura mekar pun tak terlalu ramai.

Denpoin Garden, Tokyo

Taman tersembunyi ini merupakan bagian dari  Sensoji Temple dan hanya buka beberapa minggu saja dalam setahun, termasuk saat sakura mekar.

Sumida River Park, Tokyo

Kawasan pejalan kaki di sepanjang sungai selalu ramai turis, namun anehnya jarang orang berkunjung ke tamannya. Karena itulah, alih-alih ke tepi sungai, langkahkan kaki ke tamannya yang lebih sepi.

 

Jepang Perkenalkan Wisata Shoryudo

Melusuri Jepang lewat trip Tokyo menuju Osaka dan Kyoto tak bisa dipungkiri telah menjadi favorit wisatawan yang datang ke Jepang, bahkan kerap disebut juga sebagai Golden Route. Dalam rute ini, wilayah Nagoya, bagian tengah Jepang kerap hanya menjadi persinggahan saja, padahal justru di sini juga banyak terdapat objek wisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.

Beranjak dari alasan itu, Asosiasi Promosi Shoryudo yang didukung Japan National Tourism Organisation (JNTO) mengenalkan program wisata ke Jepang Tengah bertajuk “Trip to Shoryudo”, di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (20/10/2015). Shoryudo mengacu pada rute wisata di sembilan perfektur yang ada di Chubu dan Hokuriku (bagian tengah Jepang) yang rutenya berbentuk seperti naga, yang sedang mendaki menuju langit dari Nagoya hingga ke kota-kota besar di area tersebut, dengan Semenanjung Noto sebagai kepalanya.

“Trip Shoryudo menawarkan kekayaan objek wisata dan keanekaragaman yang ada di Jepang, dari mulai pemandian air panas, pemandangan alam, kota tua, hingga wisata kuliner,” ujar Toshio Mita, Ketua Asosiasi Promosi Shoryudo.

Setidaknya, terdapat enam rute yang direkomendasikan untuk dilalui untuk menikmati kekayaan spot wisata Shoryudo; antara lain Rute Dragon, Rute Nostalgia, Rute Dinosaurus, Rute Platinum Alpine, Rute Hiroshige, dan Rute Ziarah Ise. Setiap rute Shoryudo ini kaya akan berbagai atraksi wisata, dari mulai wisata alam, budaya hingga kuliner.

Rute Dragon
Dragon Route disebut juga sebagai Rute Ikonik Shoryudo, karena berbentuk naga yang memotong dari selatan ke utara pada bagian tengah barisan pulau Jepang, melewati Gero, Kanazawa dan Wakura,

Semenanjung Noto
Sepanjang perjalanan bisa menikmati beberapa objek wisata, antara lain Oasis21 dan TV Tower di Nagoya yang merupakan Taman Tiga Dimensi dengan simbolnya yang unik berupa kapal luar angkasa. Menara televisi ini merupakan menara pengumpul gelombang listrik pertama di Jepang dan pada malam hari, cahaya yang dinyalakan di menara ini penuh warna dan kerap menjadi favorit para pasangan.

Berikutnya, ada Museum Pedang Jepang Seki untuk melihat teknik pembuatan pedang yang telah berumur 700 tahun dan dikenal sebagai teknik pembuatan pedang dengan level tertinggi di dunia. Berhenti di Gero untuk menikmati Gero Onsen, pemandian air panas alami, yang merupakan satu dari tiga onsen terkenal di Jepang yang airnya disebut juga “Air Kecantikan” karena baik untuk perawatan kulit. Lalu, jangan lewatkan juga Taman Kenrokuen di Kanazawa yang sering disebut sebagai salah satu taman terindah di Kanazawa dengan karakteristik gaya “Kairyuusen” (sirkuit) yang masih dipertahankan sejak zaman Edo.

Rute Nostalgia
Menjadi rute kedua Shoryudo, Rute Nostalgia menawarkan “Jepang Kuno”, dengan benteng-benteng dan ikon dari budaya Samurai, melewati rumah-rumah tua geisha di Higashi Chaya District Kanazawa dan Gokayama, Situs Warisan Dunia Shirakawago di mana terdapat 60 rumah beratap jerami yang berbentuk curam, kota tua Takayama, pemandangan indah Kamikochi di ketinggian 1500m, dan Matsumoto Castle yang bersejarah dan ikonik.
Perjalanan melalui rute ini juga bisa melintasi Tsumago dan Magome, jalan tengah gunung yang ada di desa kecil pegunungan untuk merasakan nuansa kental Jepang yang di kedua sisi jalannya terdapat rumah penduduk, museum, kafe dan lainnya.

Rute Dinosaurus
Rute ketiga Shoryudo ini melewati salah satu museum dinosaurus terbesar di dunia, di Fukui Prefectural Dinosaur Museum. Konon, museum ini disebut juga salah satu dari tiga musuem dinosaurus terbesar yang memamerkan 40 buah lebih kerangka dinosaurus yang utuh, model restorasi yang menarik, fosil dan lainnya.

Tidak hanya itu, Rute Dinosaurus juga melintasi Tojinbo Cliffs, tebing terjal dengan ketinggian 20 meter lebih yang unik, danau terbesar Jepang Lake Biwa yang berusia ratusan tahun, dan taman nasional Kotosanzan, yang identik dengan keberadaan tiga menaranya dan pepohonan tua.

Rute Platinum Alpine
Trip Shoryudo ini melintasi Rute Alpen Tateyama Kurobe sepanjang 90km di ketinggian 3000m. Dianjurkan untuk naik Torokko, kereta kecil yang melewati Jurang Kurobe, jurang terdalam dengan bentuk V yang menyuguhkan pemandangan mengesankan dan membuat nafas tertahan saking indahnya. Usai melakukan perjalanan, berendam di pemandian air panas Unazuki Onsen.

Melalui jalur Alpine di bulan April dan Mei akan mendapati Snow Wall atau Tembok Salju setebal 20 meter dan pengalaman melintasinya akan memberikan sensasi tersendiri. Sementara di musim gugur, jalur Alpine adalah tempat terbaik untuk melihat warna warni dari daun di sekitarnya yang berubah warna menjadi merah. Nikmati pemandangan indahnya di titik tertinggi di ketinggian 2.450 meter di atas permukaan laut.

Rute Hiroshige
Menjadi rute kelima Shoryudo, Rute Hiroshige menawarkan pengalaman untuk merasakan shinkansen, mengunjungi benteng, dan melihat kemegahan Gunung Fuji. Tak kalah pentingnya, lewat rute ini juga bisa melihat Kuil Hieizan Enryakuji yang merupakan Mekkah-nya penganut Buddha Jepang., dan berhenti di Shizuoka untuk melihat Tokaido Hiroshige Museum of Arts, museum pertama yang menampilkan koleksi hasil karya Utagawa Hiroshige.

Rute Ziarah Ise
Rute terakhir Shoryudo, yakni rute Ziarah Ise yang identik dengan Kuil Ise Jingu, dan sekaligus juga bisa berkunjung ke Museum Ninja di Igaryu, perkebunan teh Makinohara, dan juga kawasan Jepang masa silam yang menjadi setting anime Chibi Maruko Chan.

(i) Ramah wisatawan muslim
Bersamaan dengan pengenalan dan promo wisatanya, trip Shoryudo juga dilengkapi dengan panduan yang ramah buat wisatawan muslim, yang berisi informasi lengkap mengenai tempat shalat, makanan halal, oleh-oleh dan tempat pemandian air panas yang bisa dipakai pribadi. Panduan untuk wisatawan muslim ini juga bisa diunduh via situs resmi http://go-centraljapan.jp/asset/pdf/muslim_Indonesia.pdf.

ii) 5 Things to do Aichi
Perfektur Aichi yang berada di tengah-tengah dan masuk jalur Shoryudo menawarkan banyak objek wisata menarik dan aktivitas yang bisa dilakukan. Lima di antaranya, yakni berkunjung ke Museum Toyota untuk melihat perkembangan teknologi pembuatan mobil dari waktu ke waktu, Museum Maneki Neko atau kucing pembawa keberuntungan di Seto, Benteng Nagoya dengan kilauan ikan emas di atas atap bentengnya, pemandian air panas Gamagori, dan menikmati pemandangan indah dari Tanjung Danau Ira yang memiliki mercusuar menghadap ke Samudera Pasifik.

Jika selama ini rute favorit wisatawan Tokyo-Nagoya-Osaka, Shoryudo menjadi alternatif untuk melihat Jepang lebih dekat, yang menawarkan ragam wisata dari mulai pemandian air panas hingga pemandangan alamnya yang unik.
Untuk memulai perjalanan Shoryudo, dapat naik Tokaido Shinkansen dari Tokyo atau Osaka menuju Nagoya dengan jarak tempuh hanya 50 menit dan 1 jam 40 menit. Bisa juga dengan Hokuriku Shinkansen dari Tokyo menuju Toyama dan Kanazawa, dan atau dari Tokyo menuju Nagano.