• Twitter
  • Facebook

Pesta Film di Festival Film Eropa Ke-17

Berlangsung mulai 5 hingga 14 Mei 2017 di 35 tempat pemutaran film di Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya dan Yogyakarta Festival Film Eropa ke-17, Europe on Screen (EOS) 2017, akan memutar 74 film karya sutradara film ternama asal Eropa dari 21 negara.

Deretan Film Berkualitas

Film-film yang akan ditampilkan adalah yang pemenang penghargaan, antara lain Festival Film Berlin, Academy Awards, Golden Globe, selain Film Eropa Terbaik 2016. Pada malam pembukaan festival, misalnya, akan ditampilkan A Perfect Day, drama komedi-produksi 2015 dari Spanyol karya sutradara Fernando León de Aranoa, dan festival tahun ini akan ditutup dengan Here is Harold, drama komedi dari Norwegia karya sutradara Gunnar Vikene. Uniknya lagi, EOS 2017 juga menyajikan segmen khusus yang terdiri enam lawas, yaitu tiga film karya Alfred Hitchcock dan tiga film karya Luis Buñuel, serta 11 film yang akan diputar di layar di ruang terbuka dengan teks bahasa Indonesia. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, program ini tidak memungut biaya agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang tertarik mengenal keragaman dan keunikan Eropa melalui film.

“Film merupakan aset dalam budaya Eropa karena telah dianggap menjadi bagian penting dari perekonomian Eropa, dan kami bangga mempersembahkan film-film terbaik Eropa kepada para penonton di Indonesia melalui festival ini,” ujar Charles-Michel Geurts, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.

Industri film Eropa menyerap tujuh juta lapangan pekerjaan dan menyumbangkan 4,2 persen dari produk domestik bruto (PDB) Uni Eropa, yang secara internasional telah diakui sebagai salah satu sentra produksi film paling beragam dan terbesar di dunia. “Saya harap festival ini dapat menjadi jembatan antara warga Indonesia dan Uni Eropa, yang walaupun berbeda kepercayaan, pemikiran dan nilai-nilai, namun dapat tetap menginspirasi, sehingga secara tidak langsung ikut mengembangkan industri perfilman Indonesia,” jelas Orlow Seunke, Direktur Festival EOS 2017 Festival Director.

Selain Pemutaran Film

Tahun ini, EOS juga mengundang produser dan aktor asal Eropa untuk berbagi ilmu dan pengalaman di SAE Film School Jakarta. Uni Eropa juga bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) untuk mengadakan lokakarya mengenai Insentif Keuangan untuk Industri Perfilman pada 4 – 5 Mei 2017, di mana forum ini memfasilitasi lembaga yang terkait dan praktisi perfilman tentang bagaimana insentif keuangan dapat mendorong pertumbuhan industri film.

Festival Film Eropa sendiri merupakan inisiatif bersama dari kedutaan dan pusat kebudayaan Eropa di Indonesia yang diselenggarakan pertama kali pada 1990 dan kedua pada 1999. Sejak 2003, festival ini menjadi agenda tahunan dan dari tahun ke tahun jumlah penonton selalu bertambah, dengan selama lima tahun terakhir, penonton telah bertambah tiga kali lipat. Pada 2016, tercatat sejumlah 21.886 penonton menghadiri EOS. Keberhasilan ini tak lepas dari usaha penyelenggara untuk terus menampilkan film-film yang menghibur demi melenyapkan image tipikal film Eropa yang membosankan, ending yang tidak jelas, minus aksi, dan banyak bicara.  Jadwal dan tempat penayangan dapat dilihat di europeonscreen.org.

Comments are closed.