• Twitter
  • Facebook

Makassar

Menghubungkan kota-kota di Indonesia Barat dan Timur, Makassar selalu ramai dan bandara Hasanuddin di Makassar adalah pionir bandara termodern di Indonesia.  Makassar adalah kota untuk berburu kuliner, selain pintu gerbang untuk menuju banyak destinasi yang menarik di Sulawesi Selatan, seperti Tana Toraja dan pantai-pantai cantik di sekitar Kepulauan Spermonde, Bira, Selayar, maupun Taka Bonerate.

WHEN? Sepanjang tahun, kecuali ketika musim hujan sedang tinggi-tingginya karena beberapa titik di kota ini sering dilanda banjir. Berkat kemudahan akses, Makassar dapat dijadikan alternatif melewatkan akhir pekan bagi yang ingin mencari suasana baru.

WHERE? Sepanjang tahun, kecuali ketika musim hujan sedang tinggi-tingginya karena beberapa titik di kota ini sering dilanda banjir. Berkat kemudahan akses, Makassar dapat dijadikan alternatif melewatkan akhir pekan bagi yang ingin mencari suasana baru.


 

GETTING AROUND

Tak perlu menyewa mobil, Makassar memiliki jaringan taksi berargometer yang dapat dipesan melalui telepon, yaitu Bosawa Taksi: 0411-454545, Putra Taksi: 0411 – 888 898, Gowata Taksi: 0411-85188. Bila ingin lebih ekonomis, kota ini pun dapat dijelajahi dengan angkot (mikrolet) yang disebut masyarakat setempat sebagai pete’-pete’.


 

MUST-DO

BEST FOR AN AFTERNOON STROLL Dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa, Benteng Rotterdam yang megah menawarkan tempat untuk melewatkan sore. Karena terletak di tepi Pantai Losari, maka angin pantai yang sepoi-sepoi pun dapat dinikmati dari halaman luasnya yang sering dijadikan tempat berkumpul warga setempat. Benteng ini mengambil bentuk tubuh penyu yang dapat hidup di darat maupun di laut. Raja Gowa ketika itu berharap kelak kerajaannya pun dapat berjaya di darat maupun laut.

BEST FOR SUNSET Kawasan pantai yang dihiasi font bertuliskan empat etnis (Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar) di Sulawesi Selatan ini mirip dengan yang ada di depan Rijksmuseum, Amsterdam. Di sinilah tempat untuk melakukan selfie berlatar langit senja yang menawan. Sambil menikmati matahari terbenam, deretan gerobak yang menjual pisang epe (pisang bakar yang yang dipipihkan dan disiram saus gula merah) dan saraba (minuman susu yang diberi jahe dan gula merah) siap untuk didatangi dan dipesan.

BEST FOR CULINARY EXPERIENCE Pallubasa di Jl. Serigala, Coto di Jl. Gagak, Konro Karebosi di Jl. Gunung Lompobattang, dan Mie Titi di Jl. Datumuseng merupakan kuliner Makassar yang harus dicicipi langsung di tempat asalnya. Berbaur dengan masyarakat Makassar yang memang senang makan, layout rumah makan di sini kebanyakan meja panjang, sehingga pengunjung bebas berbagi meja.

BEST FOR SHOPPING Di sepanjang Jalan Somba Opu yang merupakan kawasan Pecinan penuh toko emas kini berdampingan dengan berbagai toko suvenir yang menjual kerajinan dan makanan khas Sulawesi Selatan. Ingin membeli tenun Toraja, sarung sutera Mandar, atau kain Sengkang? Atau ingin mengoleh-olehi kerabat dengan kue bagea (kue kenari), replika kapal Pinisi, sirup markisa, kopi Toraja, minyak tawon atau minyak kayu putih berkualitas baik? Semua ada di Somba Opu.


 

EAT, DRINK, BE MERRY

KEDAI MAMA paling ideal dikunjungi di sore hari untuk mengudap es pallubutung dan es pisang hijau khas Makassar. Kedua minuman ini mirip, yaitu terdiri dari pisang rebus dan bubur sumsum yang ditabur es serut dan diberi sirup. Bedanya, pisang rebus pada es pisang hijau dibungkus adonan tepung berwarna hijau beraroma pandan. Kedai Mama juga menyediakan jajanan khas Makassar yang sudah jarang ditemui, seperti songkolo (ketan yang ditaburi parutan kelapa pedas), kue cucur, dan seruni (kue beras ketan berbentuk bunga seruni dan dihidangkan dengan santan). (Jl. Serui No. 15)

RUMAH MAKAN PAOTERE menyajikan hidangan seafood, mulai dari ikan laut, seperti baronang, sunu (kerapu), serta bolu (bandeng), udang, cumi, dan masih banyak lagi dengan bumbu khas Bugis-Makassar. Per porsi terdiri nasi putih, seekor ikan (di Makassar per orang makan seekor ikan) plus sayur lodeh dan empat jenis sambal. Tempat ini mengambil nama Paotere yang merupakan pelabuhan di Makassar peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo dari abad ke-14. (Jl. Sabutung, Pettarani & Jl. Perintis Kemerdekaan)

WARUNG PANGKEP SOP SAUDARA merupakan hidangan berkuah berisi daging sapi, bihun dan perkedel kentang. Disantap dengan nasi plus bolu (bandeng) bakar, sop ini kreasi warga Pangkep bernama H. Dollahi pada 1957. Sop Saudara singkatan dari Saya Orang Pangkep Saudara, yang penamaannya terinspirasi dari nama gerai Coto terkenal di Makassar, yaitu Coto Paraikatte, di mana “paraikatte” berarti saudara. Siapa pun yang makan di warung sop saudara akan bagai bersaudara dengan pemilik dan pelayan. (Jl. Irian)


 

HOTEL

ASTON MAKASSAR HOTEL & CONVENTION CENTER (Jl. Sultan Hasanuddin No.10) Hotel ini berlokasi strategis di pusat bisnis Makassar dengan fasilitas kolam renang indoor, spa, dan pusat kebugaran dengan Wi-Fi gratis di area umum. Bila ingin ke Pantai Losari dan Benteng Rotterdam pun bisa tinggal berjalan kaki selama 15 menit. Seharga mulai Rp 726.000 via www.booking.com, tersedia beberapa fasilitas restoran di dalam hotel yang menyediakan aneka masakan lokal maupun internasional. (www.aston-international.com)

HOTEL SANTIKA MAKASSAR (Jl. Sultan Hasanuddin No.40) Menawarkan pemandangan pantai dan kota, Wi-Fi tersedia di seluruh hotel bertarif mulai Rp 700.000 via www.booking.com ini. Mengadaptasi interior kontemporer, jaringan hotel yang mengedepankan tema Indonesia ini dilengkapi Kafe Kalosi yang menyajikan masakan Cina dan Kontinental. Sedangkan yang ingin menikmati barbeque dapat memilih Spermonde Rooftop. (www.santika.com)

TUNE HOTEL MAKASSAR (Jl. DR Sam Ratulangi 136A) Menyediakan Wi-Fi gratis di seluruh area, jaringan hotel milik AirAsia ini hanya tiga menit berkendara dari Mall Ratu Indah. Mengadaptasi konsep smart hotel, harga mulai Rp 285.000 via www.booking.com. Tersedia fasilitas ruang pertemuan dan penyimpanan koper, Kopitiam Oey yang terletak di dalam hotel ini menyajikan masakan Indonesia. (www.tunehotels.com)


 

PERSONAL FAVORITES

RAMMANG-RAMMANG atau Desa Berua terletak tk jauh dari Bandara Hassanuddin. Desa mungil yang hanya terdiri 17 kepala keluarga di Kabupaten Maros ini dikelilingi sawah dan tebing karst megah, desa ini adalah jelmaan lagu anak-anak yang liriknya, “Desaku yang kucinta, pujaan hatiku…” Belum resmi sebagai tempat wisata karena masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, desa permai yang juga disebut Rammang-rammang ini letaknya tersembunyi. Untuk menuju Desa Berua harus menyusuri sungai yang dikelilingi bakau naik sampan. Penduduk desa (Daeng Beta 0812 427 57089) menawarkan jasa untuk mengantar jemput tamu yang menunggu di dermaga. Rumah warga pun terbuka bagi yang ingin menginap.

AIR TERJUN BANTIMURUNG di Maros letaknya tak terlalu jauh dari Bandara Hasanuddin. Terkenal dengan air terjun dan kupu-kupunya, pada tahun 1856, Sir Alfred Wallace mengunjungi tempat ini dan menjulukinya sebagai Kingdom of Butterflies. Sayangnya jumlah spesies kupu-kupu yang ada kini menurun secara signifikan. Konon pernah terdapat 270 spesies, namun pada tahun 1997 jumlahnya tinggal 147 spesies dan pada perhitungan terakhir di tahun 2010 hanya ditemukan 90 spesies. Peningkatan aktivitas manusia di daerah ini dianggap sebagai penyebab penurunan spesies kupu-kupu di sini.