• Twitter
  • Facebook

Tips Menghindari Penipuan Saat Traveling

 

Berbagai skenario penipuan berikut kerap terjadi pada wisatawan, terutama di tempat-tempat wisata terkenal, yaitu:

 

Supir Taksi Mengatakan Hotel Tujuan Penuh atau Tutup

Ketika minta diantar ke akomodasi tertentu, supir taksi mengatakan tempat yang dituju sudah tutup, layanan dan kamarnya tidak bagus, atau telah penuh, sehingga ia merekomendasikan hotel lain. Setelah mengatakan hal tersebut, kadang tanpa persetujuan penumpang langsung menuju hotel yang lebih mahal agar dapat komisi.

Cara mengatasi: Sebelum hari kedatangan, pastikan telah berkoresponden dengan hotel dan memastikan hotel tersebut masih beroperasi. Tanyakan juga apakah mereka memiliki layanan antar jemput. Bila supir taksi menawarkan hotel lain, katakan kamu telah reservasi di hotel yang kamu mau (bahkan bila ternyata belum)

 

Penjual Memberikan Gratisan

Berhati-hatilan dengan orang asing yang tiba-tiba mendekat dengan ekstra ramah dan memberikan friendship bracelet , sekuntum mawar, atau apapun. Jangan menerima barang apapun yang dikatakan gratis karena mereka akan meminta uang setelahnya dan jika menolak, mereka akan memaki dan bahkan menuduh pencuri.

Cara mengatasi: Jangan pernah menerima apapun yang dijanjikan gratis. Tak perlu menghiraukan mereka, bahkan untuk sekadar menolak, melainkan teruslah berjalan menghindar.

 

Polisi Palsu

Di kota-kota besar kerap ada oknum polisi atau orang berpakaian polisi yang tiba-tiba mendekati wisatawan dengan menunjukan lencana kepolisian, kemudian meminta wisatawan untuk menyerahkan paspor atau dompet dengan alasan pemeriksaan acak.

Cara mengatasi: Jangan pernah menyerahkan paspor atau dompet kepada orang tak dikenal. Katakan saja tidak membawa paspor karena ditinggal di hotel. Ancam juga mereka untuk menunjukkan kartu identitas dan mengecek ke kantor polisi terdekat. Bila mereka tak dapat menunjukkan kartu identitas, jangan hiraukan mereka.

 

Staf Penjaga ATM

Seseorang yang mengaku staf layanan pelanggan pelanggan bank mendekati kamu di mesin ATM dan mengatakan dapat menghilangkan biaya tarik tunai, padahal sebenarnya mereka ingin memindai kartu ATM dengan alat yang tersimpan di saku dan memperhatikan pin untuk menguras rekening.

Cara mengatasi: Jangan pernah membiarkan seseorang berada di dekat kamu ketika sedang melakukan transaksi di ATM dan selalu tutupi angka pin yang kamu masukkan. Bila ada yang mendekati, tarik kartu, cancel transaksi dan cari ATM lain.

 

Jaringan Wi-Fi Palsu

Waspadalah bila menemukan jaringan wi-fi gratis yang untuk mengaksesnya tidak menggunakan password. Beberapa hacker membuat jaringan wi-fi gratis yang terbuka di berbagai tempat umum, sehingga bila ada yang tergoda menggunakannya, sang hacker dapat dengan mudah mendapatkan akses ke komputer, akun online, password, dan lainnya.

Cara mengatasi: Bila berada di hotel, kedai kopi, restoran atau bandara, selalu tanyakan pada staf jaringan wifi yang resmi.

 

Kerusakan Kendaraan Sewaan

Kendaraan ditemukan rusak sehingga pemilik tempat sewa menuntut penggantian kerusakan atau kehilangan. Pemilik berkomplot dengan seseorang untuk sengaja merusak atau mencuri kendaraan.

Cara mengatasi: Teliti kondisi kendaraan yang akan disewa dan ambil beberapa foto. Kalau bisa gunakan kunci pengaman sendiri. Bisa juga dengan tidak memberitahukan tempat menginap dan pastikan tempat menginap memiliki lahan parkir yang aman.

Getlost Menu