• Twitter
  • Facebook

Seni Merancang Perjalanan

 

Perjalanan yang berat sekalipun akan terasa lebih ringan dan menyenangkan asal tahu cara merencanakannya dengan matang. Konon, sembilan dari sepuluh pejalan yang berhasil melakukannya telah membuat itinerary jauh sebelum mereka memulai packing. Berikut beberapa trik yang bisa diterapkan saat ingin membuat rencana perjalanan.

 

Realistis. Bila kota yang dituju jauh, atau bahkan memiliki perbedaan waktu, ingatlah untuk tidak memaksakan agenda penuh di hari pertama. Karena siapa tahu, perjalanan panjang justru membuat lelah, dan kalaupun harus memaksakan diri untuk menikmati setiap kegiatan yang tertera di itinerary, perjalanan pun menjadi kurang menyenangkan.

Skala prioritas. Saat membuat itinerary, urutkan atraksi wisata berdasarkan skala prioritas, yaitu dari tempat yang paling ingin dilihat hingga yang biasa saja. Setiap aktivitas lalu diberi keterangan secara detail, seperti berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai di sana, berapa lama waktu pelaksanaannya, dan bila perlu mengecek ke buku panduan atau situs travel dan forum pejalan yang pernah mengunjungi kota tersebut. Dengan cara demikian, akan menjadi lebih mudah untuk memutuskan apa yang bisa dilakukan dan apa yang perlu dicoret dari itinerary.

Festival dan hari libur. Cari tahu apakah di kota yang dituju akan menggelar festival atau acara menarik lainnya di tanggal yang bertepatan dengan perjalanan. Jika ya, tentukan apakah kegiatan tersebut ikut masuk ke dalam rencana perjalanan, atau justru sebaliknya untuk menghindar dari keramaian. Ketahui juga hari libur nasional di kota yang dituju, karena nantinya akan berpengaruh pada moda transportasi serta jam operasional rumah makan, pusat perbelanjaan, dan atraksi wisata lainnya.

Pelajari peta. Bila ingin mengunjungi destinasi yang luas dalam waktu singkat, seperti seluruh kota di Jawa, pelajari peta dengan saksama untuk menandai atraksi yang berdekatan, lalu pilih rute terbaiknya.

Beri jeda. Jika berencana melakukan aktivitas yang terjadwal di tempat tujuan, beri jeda yang cukup dari hari kedatangan untuk mengantisipasi sekiranya penerbangan mengalami pembatalan atau keterlambatan

Pertimbangkan jarak. Mempertimbangkan jarak tempuh dari satu lokasi ke lokasi yang dituju, khususnya bandara, cukup penting agar tidak terburu-buru saat keberangkatan demi memastikan semua kegiatan di itinerary terlaksana.

Ketahui juga jarak bandara dan pusat kota. Di sejumlah negara, terdapat dua bandara yang sama-sama terhubung ke pusat kota, namun biasanya memiliki jarak, akses, dan harga tiket yang berbeda pula. Misalkan, harga tiket ke bandara A lebih murah, namun perjalanan dengan bus atau moda transportasi lainnya ke pusat kota membutuhkan waktu lebih banyak dibanding bila tiba di bandara B yang harga tiketnya sedikit lebih mahal.

Waktu transit. Jika melakukan penerbangan non-stop dari satu kota ke kota lainnya, beri jeda waktu lebih banyak saat transit. Ini penting untuk mengantisipasi keterlambatan atau ada hal tak terduga, seperti koper atau bagasi yang munculnya belakangan.

Aplikasi ponsel dan situs. Perkembangan teknologi memberi kemudahan dalam membuat itinerary perjalanan sehingga tak ada salahnya digunakan. Di antaranya, ada TripIt.com yang berisi beragam informasi, peta, petunjuk arah, dan cuaca di tempat tujuan, TripCase.com yang membantu mengatur perjalanan sesuai pembagian waktu, dan TripHobo.com yang memberi perbandingan atas dua aktivitas atau lokasi yang ingin dituju.

Fleksibel. Buat itinerary perjalanan sefleksibel mungkin, karena bisa saja restoran yang dituju sudah tutup, bus terlambat datang, atau hal tak terduga lainnya. Bila perlu, tambahkan satu hari kosong di dalam itinerary perjalanan untuk mengantisipasi temuan atau kejutan yang didapati saat berada di tempat tujuan. Karena bagaimanapun, perjalanan menyenangkan berawal dari hal tak terduga dan kesiapan untuk menghadapinya.

Getlost Menu