• Twitter
  • Facebook

Wisata Kuliner di Pontianak

Pontianak adalah kota yang memadukan budaya Melayu, Tiongkok, dan karena program transmigrasi semasa Orde Baru, juga banyak suku Jawa bermukim di kota ini, sehingga memberikan pilihan wisata kuliner yang beragam. Hidangan berikut patut dicoba bila berkunjung ke Pontianak.

 

  • Kway Cap

Merupakan masakan suku Teochew, hidangan berkuah ini terdiri mi lebar dari tepung beras dengan irisan daging dan jeroan babi. (Rekomendasi: Kway Cap Veteran di Jalan Veteran)

 

  • Chai Kwe/Choi Pan

Kue dari kulit tepung beras ini hadir dalam versi kukus dan goreng. Isinya bervariasi, namun biasanya terdiri bengkuang, kucai, kacang rebung, dan talas. (Rekomendasi: gerai di Jalan Siam atau Jalan Siantan)

 

  • Sagu Gunting

Mirip cendol dari tepung sagu sehingga rasanya lebih mirip agar-agar ini kuah manisnya dari gula merah dan susu, serta kadang diberi ketan hitam, bongko dan kacang merah. Dulu minuman ini dijajakan dengan gerobak, namun kini tersedia gerai yang buka setiap hari di Jalan Waru dan Jalan Tanjung Pura.

 

  • Bubur Ikan

Walau namanya bubur, namun hidangan ini adalah berupa sop ikan dengan nasi yang dicampur ke dalam kuah seperti cara makan soto orang Jawa. Walau merupakan sop ikan, namun biasanya kaldu yang digunakan adalah rebusan daging dan tulang babi.

 

  • Kue Bingka Berendam

Kue Melayu ini tadinya merupakan kue untuk berbuka puasa, namun kini telah dijual bebas di luar bulan puasa. Kue berbahan dasar santan dan telur ini agak basah ini, sehingga dinamakan berendam, dan dimasak dengan dikukus. Bingke kini hadir dalam varian rasa susu, keju susu, ubi, dan masih banyak lagi.

 

JANGAN LEWATKAN!

Cap Go Meh di Singkawang

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, yang berjarak sekitar 145 kilometer utara Pontianak merupakan penutupan Tahun Baru Tiongkok. Di Singkawang, di mana budaya Tiongkok dan Dayak berakulturasi, perayaan ini digelar besar-besaran setiap tahun. Yang membuat perayaan Cap Go Meh di Singkawang menarik selain karena keberadaan arak-arakan naga dan barongsai, adalah atraksi Tatung atau manusia yang dirasuki dewa-dewa Tiongkok. Cap Go Meh Singkawang pernah disebut-sebut sebagai festival budaya paling kolosal di Asia Tenggara.