• Twitter
  • Facebook

Tujuh Alasan Harus ke Raja Ampat

Sang Pencipta mungkin sedang bersuasana hati baik ketika menciptakan Raja Ampat. Terdiri 1.500 pulau kecil yang sebagian besar tak berpenghuni dan mengelilingi empat pulau utamanya, yaitu Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo, biota laut di perairan ini jauh lebih beragam dibandingkan tempat-tempat lain di jantung Segitiga Terumbu Karang.

1. Cantik di atas dan di bawah laut. Karena terpencil dan arusnya kuat di beberapa tempat, perairan di kepulauan ini belum banyak tersentuh manusia, sehingga biota lautnya beragam. Itu semua ditambah pantai-pantai indah dengan pasir putih dan tebing-tebing karst di beberapa tempat dengan tempat terbaik untuk menikmatinya adalah dari puncak Wayag, Pianemo, dan Harfat.

2. Spesies lengkap. Terdapat setidaknya 1.200 spesies ikan dan 75 persen spesies terumbu karang dunia tumbuh di Raja Ampat sehingga tempat ini memang salah satu destinasi menyelam terbaik di dunia. Salah satu operator bahkan pernah berani memberikan para tamunya bir gratis bila di situs Manta Point tidak terlihat seekor pun manta pari. Ketika sedang naik kapal pun tak jarang tampak kawanan lumba-lumba melintas.

3. Terpencil. Walau masih di Indonesia, perjalanan ke Raja Ampat dapat memakan satu harian sendiri: dari Jakarta naik pesawat selama empat jam, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan laut setidaknya dua jam, tergantung lokasi pulau yang dituju.

4. Jarang sinyal. Tidak banyak pulau yang memiliki sinyal dan beberapa resor yang menawarkan Wi-Fi biasanya sinyalnya lemah, sehingga liburan ke Raja Ampat dapat menjadi detoks dari dunia digital.

5. Pemandangan matahari terbenam menakjubkan. Bila hari cerah, setiap hari tidak ada paduan warna senja yang sama di langit Raja Ampat.

6. Berbaur dengan masyarakat setempat. Berkat desa-desa yang telah dibenahi, pilihan akomodasi di Raja Ampat tak hanya resor, namun juga dapat tinggal di homestay yang dikelola penduduk. Jarang ada kesempatan bagi pejalan untuk mengenal Papua dan masyarakatnya, sehingga tinggal bersama penduduk memberikan pengalaman yang berharga.

7. Melihat cenderawasih. Desa Sawinggrai memiliki perbukitan yang dihuni cenderawasih. Berkat burung itulah juga desa