• Twitter
  • Facebook

Mengenal Komunitas China Benteng

Sebutan China Benteng melekat erat pada warga beretnis Tionghoa yang tinggal di sekitar Sungai Cisadane, Tangerang, karena dulu di tepi sungai tersebut terdapat benteng pertahanan yang dibangun VOC untuk berlindung dari serangan kerajaan Banten. Menempati bangunan tertua di Tangerang yang berarsitektur Tiongkok, Museum Benteng Heritage menjadi salah satu bukti keberadaan dan perkembangan peradaban masyarakat China Benteng di Tangerang.

Menyimpan berbagai artefak, seperti sisa-sisa kapal armada Cheng Ho yang terdiri sekitar 300 kapal yang berisi 30.000 penumpang, meja mahyong berwarna gading, timbangan opium, serta beberapa timbangan antik. Museum ini juga menampilkan koleksi botol-botol kecap produksi Tangerang di masa laluk, seperti Ketjap Benteng Teng Giok Seng dan Ketjap Siong Hin.

Ada pula kostum Dinasi Qing dari abad ke-19, kain batik peranakan dengan motif-motif khas Tionghoa, foto-foto masyarakat Tionghoa di masa lalu, baju adat pengantin China Benteng, koleksi alat musik kuno, dan aneka keramik. Setiap tamu akan dipandu selama berkeliling museum milik pribadi ini, sehingga akan mendapatkan pengertian yang mendalam tentang komunitas unik di Tangerang ini.

 

Festival Kuliner Serpong

Dibuka dengan pertunjukan kembang api, festival yang biasanya berlangsung selama sebulan di bulan Agustus ini menawarkan beragam kuliner khas suku atau provinsi tertentu, seperti Batak pada 2015 dan Jawa Timur pada tahun berikutnya. Selain mendatangkan beberapa pedagang dari daerah asalnya, acara ini juga dimeriahkan dengan suguhan pertunjukan seni dan budaya.

 

Akses:

Dari Jakarta, naik Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line jurusan Stasiun Duri-Tangerang, kemudian berjalan kaki sekitar lima menit (500 meter) ke kawasan Pasar Lama. Museum Benteng Heritage berada di dekat Klenteng Boen Tek Bio.

 

Akomodasi:

Hotel Novotel Tangerang (novotel.com)

Amaris Hotel Tangerang (amarishotel.com)

Getlost Menu