• Twitter
  • Facebook

Kenyamanan Baru di Cirebon dari Hotel Neo

 

Berada di Jawa Barat dan berdekatan dengan perbatasan Jawa Tengah menjadi Cirebon sebagai salah satu pusat asimilasi kebudayaan. Selama ini keluhan wisatawan yang ingin liburan ke Cirebon melewati Jalur Pantau Utara (Pantura) adalah kemacetan di sekitar Simpang Jomin. Namun dengan adanya Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang mulai beroperasi sejak 15 Juni 2015, Jakarta-Cirebon kini dapat ditempuh sekitar tiga jam dengan berkendara. Jalan tol sepanjang 116,75 kilometer ini menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon serta memperpendek jarak tempuh sejauh 40 kilometer dari Jakarta.

Selain itu, untuk memfasilitasi wisatawan, keberadaan hotel di kota dengan julukan Kota Udang dan Kota Wali ini pun terus bertambah. Salah satunya Hotel NEO Samadikun Cirebon. Hotel di Jalan Kapten Samadikun ini merupakan hotel dengan brand NEO pertama dari Archipelago International di Cirebon dan menjadi hotel NEO ke-14 di Indonesia. Hotel yang mulai soft launching pada 20 April 2015 ini hanya lima menit ke Stasiun Kereta Cirebon dan 10 menit menuju Keraton Kasepuhan. Termasuk akses yang mudah menuju Desa Batik Trusmi yang terkenal sebagai pusat utama batik Cirebon bergaya Megamendung. Lokasi strategis membuat cocok bagi pebisnis dan keluarga yang sedang berlibur.

Menawarkan 125 kamar yang nyaman dan mengusung dekorasi bertema etnik Cirebon dengan hiasan motif batik Megamendung. Tak hanya di kamar, sebagai kebanggan, motif ini juga memenuhi lorong-lorong hotel dari lantai satu hingga lantai tujuh. Dari 125 kamar tersebut, 120 kamar bertipe standar dengan luas 21 meter persegi dan lima kamar tipe suite seluas 31 meter persegi yang berada di setiap lantai. Tarif kamar tipe standar mulai Rp 388.000 dan tipe suite mulai Rp 478.000 per malamnya. Masing-masing kamar memiliki pilihan menghadap laut atau Gunung Ciremai dengan dilengkapi oleh TV LED bersaluran internasional, mesin pembuat teh dan kopi, Wi-Fi berkecepatan tinggi, serta hairdryer di kamar mandinya.

PMM_0860

NEO Samadikun Cirebon juga menggunakan beberapa nama ikon kota Cirebon sebagai nama-nama untuk ruang meeting. Tiga nama tersebut yaitu Kacirebonan, Kasepuhan, dan Kanoman yang dapat menampung masing-masing hingga 25 orang. Sedangkan restorannya bernama  Keraton Resto & Cafe, menyediakan pilihan makanan dan minuman untuk tamu yang menginap. Termasuk fasilitas tambahan seperti in-room massage, laundry service, dan luggage storage. Perlahan-lahan sektor pariwisata di Cirebon semakin menggeliat. Kota pesisir utara Jawa ini menawarkan beragam pesona, mulai wisata sejarah seputar kerajaan Islam dan masakan lokal yang lezat, seperti empal gentong, nasi jamblang, nasi lengko, hingga tahu gejrot. (Jalan Kapten Samadikun No. 60, T. 0231-8332900, www.neohotels.com)