Legoland Pertama di Jepang Hadir di Nagoya

Setelah penantian panjang, Legoland luar ruang pertama di Jepang akhirnya beroperasi untuk pertama kalinya di Nagoya pada awal April 2017. Dengan dibukanya taman bermain ini, pemerintah setempat berharap semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan bisnis terbesar ketiga di Jepang ini.

Di taman bermain seluas 9,3 hektar ini, Legoland Japan menawarkan berbagai wahana yang terinspirasi permainan bongkah plastik asal Denmark tersebut, selain juga menyajikan makanan unik, seperti kentang goreng berbentuk balok Lego.

“Kami ingin anak-anak dari seluruh dunia datang ke Nagoya untuk menikmati liburan yang berkesan,” kata Torben Jensen, Presiden Legoland Japan, saat upacara pembukaan theme park tersebut.

Pengunjung dapat mengeksplor kota miniatur bernama Miniland, yang memiliki berbagai tiruan landmark Jepang dalam skala kecil, seperti Tokyo Station, Kiyomizu Temple di Kyoto, dan Nagoya Castle setinggi dua meter. Untuk membuat Miniland itu sendiri, dibutuhkan sekitar 10 juta balok Lego.

Anak-anak juga dapat mengendarai go-kart, menjajal roller coaster, dan mengikuti tur “bawah laut” di mana mereka diajak menyusuri tangki besar berisi ikan hidup.

Nantinya, theme park di kawasan Kinjo Wharf tersebut bakal diperluas lagi untuk membangun hotel Legoland dan berbagai atraksi baru lainnya demi meningkatkan jumlah kunjungan tamu repeater. 

Legoland Japan juga bakal bekerja sama dengan agen wisata asing untuk menjual paket tur yang sudah termasuk tiket masuk Legoland Japan.

Ryoichi Namba, ahli ekonomi Chubu Region Institute untuk Social and Economic Research, mengatakan bahwa taman bermain tersebut – yang hanya 17 menit naik kereta dari stasiun kereta Nagoya – bakal menarik banyak turis asing, karena Legoland Japan adalah Legoland kedua di Asia setelah sebelumnya hadir di Malaysia.

Walau demikian, Namba juga menambahkan kalau masih terlalu dini untuk memprediksi kesuksesan Legoland Japan, mengingat harga tiketnya yang relatif mahal dan bakal membuat pengunjung enggan untuk datang kedua kalinya. Tiket Legoland Japand 5.300 yen untuk usia 3-12 tahun, dan 6.900 yen untuk usia 13 tahun ke atas. Sementara tiket Tokyo Disneyland 4.800 untuk usia 4-11 tahun, dan tiket Universal Studios Japan di Osaka 4.723 yen untuk rentang usia yang sama. Selain itu, Jepang sebenarnya sudah memiliki Legoland di Tokyo dan Osaka, hanya saja Legoland tersebut berada di dalam mal.

Babak Final Indonesia Games Championship Digelar Hari Ini

Indonesia Games Championship (IGC) yang digelar Telkomsel sejak Maret 2017 akhirnya sampai di babak grand final. Puncak kompetisi IGC diadakan di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta pada 21-23 April 2017, di mana para pemenang babak kualifikasi tingkat nasional akan saling berhadapan untuk memperebutkan hadiah total senilai lebih dari Rp 500 juta. Sebelumnya, pertandingan babak kualifikasi nasional telah diadakan di Medan, Bandung, Surabaya, Malang, dan Makassar dengan lebih dari 1.200 tim atau sekitar 4.000 gamers berkompetisi untuk dapat lolos ke babak final di Jakarta.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, Crispin Tristram mengatakan, “Telkomsel berkomitmen untuk mendukung penggunaan teknologi demi meningkatkan kreativitas anak muda Indonesia. IGC merupakan salah satu bentuk dukungan kami terhadap perkembangan komunitas gamer selain juga dalam mendukung kemajuan industri games lokal.”

Selain kompetisi final PC Game dan Mobile Games, Telkomsel juga menyelenggarakan kompetisi cosplay yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Individual Coswalk, Individual Cosplay, dan Cosplay Cabaret. Para peserta dinilai oleh dewan juri lokal, yakni Zainaru, Ryan CD, dan Frea Mai. Selain itu hadir pula Shine dari Malaysia dan Onnies dari Thailand sebagai juri untuk kompetisi cosplay tersebut.

Diadakan bertepatan dengan Hari Kartini, penyelenggaraan IGC juga sekaligus merayakan partisipasi perempuan pada industri gaming, baik sebagai gamers maupun cosplayers. Pada kesempatan tersebut, gamers perempuan untuk Point Blank, yaitu Female Fighters dan Beleza, akan hadir untuk unjuk gigi kehebatan mereka. Selain itu, hadirnya tiga dari lima juri wanita untuk kompetisi cosplay  juga membuktikan handalnya kaum perempuan pada industri ini.

Selain itu, para pengunjung IGC dapat mengikuti meet and greet dan coaching clinic yang menghadirkan tim terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara, seperti Happy Feet, Pew Pew, Evos, RRQ, GF7, dan N1CS. Pada kesempatan tersebut, para pengunjung berkesempatan untuk berdiskusi bersama dan mendapatkan tip tentang bagaimana menjadi gamers yang handal.

IGC juga menghadirkan game publisher ternama, seperti LINE, Netmarble, Own Games, Touchten, Gamevil, dan True Digital Happinness, di mana pengunjung dapat secara gratis mencoba games terbaru serta mendapatkan merchandise menarik dari masing-masing publisher tersebut.

Para pengunjung IGC pun bisa merasakan serunya bermain virtual reality game menggunakan teknologi terbaru Omni Virtual. Bahkan pencinta games juga diajak bernostalgia ke era 1990-an dengan permainan konsol lawas, seperti Nintendo dan Playstation.

Wadah Bagi Komunitas Gamer Indonesia

Digelar oleh Telkomsel, Indonesia Games Championship merupakan ajang kompetisi games yang terbagi dalam dua kategori, yaitu PC Game dan Mobile Games. Untuk kategori PC Game, jenis game yang dikompetisikan adalah Dota-2, Point Blank, dan World of Tank. Sementara jenis game yang dikompetisikan pada kategori Mobile Games adalah Vain Glory, Clash Royale, Crisis Action, LINE Let’s Get Rich, dan Mobile Legends Bang Bang.

Melalui IGC, Telkomsel memberikan wadah bagi komunitas gamer Indonesia untuk saling berinteraksi dan berbagi informasi seputar games. “Ajang ini merupakan salah satu upaya kami untuk membangun ekosistem digital entertainment lifestyle bagi masyarakat Indonesia,” tambah Crispin.

Untuk memberikan pengalaman terbaik dalam bermain mobile games, Telkomsel menawarkan paket GamesMax yang merupakan pilihan paket data untuk Internet dan kuota tambahan untuk update dan bermain online game serta satu pilihan voucher game. Selain itu, Telkomsel juga memperkenalkan portal Dunia Games yang memberikan info terlengkap seputar games, tip dan trik, ulasan, serta channel pembelian voucher game online.

Universal Orlando Bakal Gelar Natal Bertema “Harry Potter”

Bagi yang berencana merayakan Natal dengan cara unik, Universal Orlando bisa menjadi alternatif, karena salah satu theme park terpopuler di Amerika Serikat ini bakal menggelar Natal bertema Harry Potter di The Wizarding World of Harry Potter mulai 18 November 2017 hingga 6 Januari 2018.

“Perayaan Natal di The Wizarding World of Harry Potter ini akan memungkinkan pengunjung untuk melihat, merasakan, dan bahkan mencicipi seperti apakah perayaan Natal di dunia sihir ala J.K. Rowling,” begitu tulis Universal Orlando dalam situs resminya. Menariknya lagi, semua pengunjung dapat menikmatinya tanpa harus membayar lagi, karena semua sudah termasuk dalam harga tiket masuk.

Nantinya, toko-toko tongkat sihir dan toko unik lainnya di Hogsmeade dan Diagon Alley bakal  bernuansa liburan dengan rangkaian bunga khas Natal pada pintunya, sementara barang-barang yang dijual pun merupakan merchandise musiman terbaru. Semua bangunan di Hogsmeade pun bakal berselimutkan salju agar suasananya benar-benar seperti sedang Natal, namun tentu saja highlight-nya adalah Hogwarts Castle. Saat malam, bangunan tersebut bakal “diwarnai” dengan state-of-the-art projection mapping dan efek-efek spesial lainnya.

Pengunjung pun dapat menikmati berbagai hiburan iive di The Wizarding World of Harry Potter sambil mencicipi sejumlah makanan dan minuman seperti yang ada di dalam kisah Harry Potter – walau pihak Universal Orlando sendiri belum membocorkan menu apa saja yang bakal ditawarkan – entah itu tumpukan kalkun panggang, kentang rebus, serta piring-piring berisi chipolata (sejenis sosis) dan kacang polong bertabur mentega yang biasa disajikan di Hogwarts saat Natal, atau sekadar segelas Butterbeer namun dengan sentuhan magis. Siapa tahu hantu-hantu Hogwarts pun turut berkumpul untuk merayakannya!

Natal bertema Harry Potter ini merupakan salah satu dari berbagai perayaan lainnya di Universal Orlando – yang bakal meriah dengan kehadiran Holiday Parade terbaru yang menampilkan Macy’s Parade Floats, selain juga sejumlah Minions yang membawa mistletoe (konon, berciuman di bawah mistletoe bakal mendatangkan keberuntungan). Pengunjung juga dapat berjumpa berbagai karakter dari film populer, seperti Madagascar dan Shrek, selain tentu saja Grinchmas yang terinspirasi kisah klasik How the Grinch Stole Christmas! karangan Dr. Seuss.

 

Emirates Tambah Frekuensi Penerbangan Bali-Dubai

Mulai 2 Juli 2017, Emirates akan menambah frekuensi penerbangan harian rute Bali-Dubai menjadi dua kali dalam sehari. Penambahan rute ini dilakukan untuk memenuhi permintaan perjalanan antara Bali dan Dubai, selain memberikan konektivitas lebih bagi wisatawan, khususnya yang berada di Bali dan area sekitarnya, untuk menuju destinasi lainnya yang tercakup dalam jaringan global Emirates.

Beroperasi dengan menggunakan armada Boeing 777-300ER yang berkapasitas 43 kursi di kelas bisnis dan 386 kursi di kelas ekonomi, penerbangan ke Dubai dengan kode penerbangan EK 361 akan berangkat pukul 16:30 dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan tiba di Bandara Internasional Dubai pukul 21:30. Penerbangan sebaliknya dengan  kode penerbangan EK 360 berangkat pukul 01:25 dan tiba di Bali pukul 14:30.

Selama penerbangan, penumpang dapat menikmati hidangan gourmet, sistem hiburan ICE yang telah memenangkan sejumlah penghargaan dan memiliki lebih dari 2.500 saluran, serta Wi-Fi yang tersedia di beberapa pesawat Boeing 777 dan seluruh pesawat Emirates A380. Bagi yang membawa serta anak, tersedia layanan khusus, seperti prioritas boarding dan menu khusus untuk si kecil, serta berbagai hiburan selama penerbangan, seperti mainan dan buku gambar. Selain itu, penumpang juga dapat menikmati bonus tambahan lainnya, seperti batas berat bagasi hingga 35 kilogram untuk penumpang kelas ekonomi dan 40 kilogram untuk penumpang kelas bisnis.

Sebelumnya, maskapai penerbangan ini telah menyediakan penerbangan harian nonstop rute Bali-Dubai sejak Juni 2015 dan sukses membawa 431 penumpang dalam penerbangan perdananya. Pembelian tiket Emirates bisa secara online via www.emirates.com atau melalui agen perjalanan resmi.

Selandia Baru untuk Berbagai Tipe Pejalan

Menawarkan keindahan alam yang beragam, dari pantai, perkebunan anggur, hingga pegunungan, Selandia Baru juga memiliki banyak atraksi dan kegiatan lainnya yang bakal membuat liburan semakin berkesan.

Bila bingung mau ke mana, Tourism New Zealand telah merilis sejumlah tempat wisata di Selandia yang cocok untuk berbagai tipe turis.

Wisatawan solo

Walaupun bepergian sendirian, tak perlu khawatir karena Kiwi (sebutan untuk orang Selandia Baru) sangatlah ramah. Ke mana pun Anda berada, mereka bakal menanyakan kabar, atau minimal tersenyum. Tak ketinggalan, petugas bandara atau staf di hotel pun bakal menyambut Anda, seperti mengucapkan, “Selamat pagi! Bagaimana istirahatmu kemarin? Siap memulai hari yang baru?” Kalaupun tersesat, mereka bakal dengan senang hati membantu menunjukkan arah dan memastikan Anda sampai di tujuan.

Untuk akomodasi, Jucy Snooze di Christchurch, bisa menjadi pilihan. Berjarak dekat dengan Bandara Christchurch, properti ini terdiri Jucy Pods atau kamar-kamar kapsul yang unik dan mengedepankan privasi, serta kamar-kamar privat yang berisi ranjang nyaman. Tamu dapat rileks di ruang duduk yang dilengkapi dapur sambil makan dan merencakan perjalanan.

Wisatawan kelompok atau dengan keluarga

Bila bepergian dalam rombongan, baik bersama teman maupun keluarga, cobalah naik kereta wisata. KiwiRail Scenic Journeys menyediakan berbagai pilihan rute, termasuk Northern Explorer yang menghubungkan Wellington dengan Auckland. Perjalanan yang berlangsung selama 12 jam ini bakal melalui gunung berapi dari North Island dan sejumlah destinasi menarik lainnya, seperti Tongariro National Park yang merupakan taman nasional tertua di Selandia Baru dan Raurimu Spiral, trek kereta api berbentuk spiral di medan curam dengan perbedaan ketinggian mencapai 139 meter.

Wisata kuliner

Bagi yang berburu makanan, baik untuk sekadar memuaskan lidah dan mengenyangkan perut, maupun mencari yang fotogenik untuk dibagikan di media sosial, Selandia Baru punya banyak tempat menarik, seperti di Pulau Waiheke yang hanya 35 menit naik feri dari Auckland. Merupakan pulau penghasil anggur, di sini pengunjung tak hanya dapat menikmati panorama perkebunan anggur, perbukitan hijau, dan pantai yang terhampar di depan mata, namun juga mencicipi anggur dan menyantap menu-menu autentik.

Suku Maori di Selandia Baru juga memiliki metode memasak bernama hangi, yaitu memasukkan makanan – bisa daging ayam, seafood, maupun sayuran – ke dalam daun (bisa juga aluminium foil), lalu menguburkannya di dalam lubang oven alami yang berisi bebatuan panas. Telah dipraktekkan selama lebih dari 2.000 tahun, kini hangi hanya dibuat untuk peristiwa istimewa saja. Salah satu tempat terbaik untuk menikmati pesta kebudayaan ini adalah Desa Te Puia, Rotorua. Jangan lewatkan juga menikmati kelezatan puding kukus hangi sebagai dessert. 

Penjelajah budaya

Tempat terbaik untuk melihat budaya Maori adalah di dalam marae (sebuah pertemuan suku). Northland, Auckland, Rotorua, dan Canterbury menyediakan penyambutan selamat datang khas Maori dan para tamu dipersilakan masuk ke marae. Di dalam, pengunjung akan mendengarkan pidato dan nyanyian dari suku Maori.

Pengunjung juga akan melihat dari dekat rumah pertemuan yang diukir, bertemu dengan penduduk lokal (pengunjung bakal disambut dengan cara mereka menyambut seseorang, yaitu dengan saling menempelkan hidung), dan menikmati makanan hangi yang dibuat di dalam oven alam.

Wisatawan mewah

Selandia Baru menawarkan pengalaman mewah dan eksklusif dengan pemandangan alam yang menakjubkan serta orang-orang yang ramah. Wisatawan dapat berjalan-jalan di pinggir pantai yang sepi, atau menikmati panorama gunung-gunung yang menjulang tinggi yang terlihat dari dalam helikopter. Selain itu, wisatawan mewah dapat makan malam di daerah danau pegunungan Alpen di atas Fiordland.

Penantang adrenalin

Bagi penyuka adrenalin, Anda bisa melihat Selandia Baru dari ketinggian 12.000 kaki di atas langit, skydive di Lake Wanaka atau Queenstown untuk melihat luasnya Central Otago, dan merasakan terjun tercuram di dunia dengan pemandangan gunung berapi di Lake Taupo.

Pecahan Patung Ramses II Ditemukan di Kairo

Sekelompok arkeolog dari Mesir dan Jerman menemukan sebuah patung di dekat reruntuhan Kuil Ramses II, sisi timur Kairo, pada awal Maret 2017. Patung yang terbuat dari batu kuarsit tersebut dipercaya sebagai patung Raja Ramses II yang memerintah Mesir 3.000 tahun lalu.

Temuan ini merupakan sebuah temuan yang sangat penting, mengingat Ramses II sering dianggap sebagai firaun paling besar dan berkuasa dalam sejarah Kekaisaran Mesir. Selama masa pemerintahannya, ia tak hanya mengembangkan sistem pertahanan kerajaan dengan melatih banyak pasukan untuk menyerang kawasan di sekitarnya, namun juga banyak mendirikan bangunan, mulai dari kuburan dari para pendahulu Ramses II, kuil-kuil raksasa, hingga patung dan monumen yang menggambarkan dirinya.

Bagian tubuh patung Ramses II ditemukan di tanah kosong di antara blok apartemen yang berdiri di lokasi ibu kota Mesir Kuno, Heliopolis. Dengan menggunakan alat berat crane, bagian tubuh patung berbobot tiga ton yang terbenam di dasar air tersebut diangkat dari dalam tanah berlumpur pada 13 Maret 2017. Selain potongan tubuh, ditemukan pula bagian kepala dari patung tersebut yang berhasil diangkat pada 16 Maret 2017.

(Sumber: CNN.com)

Kementerian Purbakala Mesir mengatakan bahwa patung tersebut selanjutnya akan dipindahkan ke Museum Mesir yang berada di pusat kota Kairo dan dirakit dengan merekatkan kedua potongan besar tersebut. Jika patung tersebut terbukti menggambarkan Ramses II, temuan tersebut akan dipindahkan ke Grand Egyptian Museum di Giza yang beroperasi mulai 2018 mendatang.

 

Singapura Hadirkan Halte Bus Interaktif

Singapura membuat halte bus baru yang juga merupakan taman, perpustakaan, taman bermain, dan galeri seni, sehingga orang tak bosan saat mesti menunggu bus.

Project Bus Stop ini berada di sepanjang Jurong Gateway Road di Jurong East Central dan memiliki fitur yang biasanya ada di kedai kopi kelas atas. Ada akses Wi-Fi gratis, charging station untuk ponsel, buku bacaan, dan sebuah ayunan.

(Sumber: Straits Times)

Proyek ini dikerjakan oleh DP Architects sebagai bagian dari Project Blind Spot – sebuah inisiatif untuk mendesain ulang ruang publik menjadi lebih menyenangkan. Dengan tujuan agar orang dapat melakukan perjalanan sambil bersosialisasi di ruang publik, mereka mempertimbangkan secara matang untuk setiap aspek desain.

Atap halte tak hanya bertindak sebagai pelindung dari sinar matahari dan hujan, tetapi juga menyuplai air (hujan) untuk semak-semak dan pohon kecil di atasnya melalui pipa khusus. Di atap ini jugalah terpasang panel surya untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan listrik di halte.

(Sumber: Straits Times)

Ada pula papan cerdas interaktif yang menunjukkan waktu kedatangan bus, berita, dan peta, serta papan yang lebih kecil di mana wisatawan dari segala usia dapat mengunduh e-book, majalah, dan surat kabar secara gratis dari National Library. Penumpang juga dapat memarkirkan sepedanya di tempat parkir yang tersedia, serta mengamati berbagai karya seni karya ilustrator lokal Lee Xin Li yang terpajang di dinding halte.

Halte ini sudah beroperasi selama enam bulan, dan setelah setahun percobaan, pemerintah akan memutuskan fitur manakah yang bakal diaplikasikan di seluruh halte bus di Singapura. Warga setempat dan wisatawan juga diajak berpartisipasi untuk mendesain ulang halte bus di Singapura dengan memberikan masukan secara online.

 

 

Museum Busana Permanen Pertama di Paris

Walau selama ini dikenal sebagai kota busana yang menjadi kiblat tren dunia, Paris rupanya belum punya museum busananya sendiri. Karena itulah kota ini tengah menyiapkan sebuah ruangan pameran permanen di Palais Galliera untuk menampilkan berbagai warisan busananya selama beberapa dekade sekaligus mempertahankan predikatnya sebagai salah satu ibu kota busana.

Selama ini, Palais Galliera sudah lama dikenal sebagai “museum busana”-nya Paris, meski pameran yang digelar di sini bersifat temporer. Pemerintah setempat kemudian menggandeng The House of Chanel untuk mendanai proyek yang estimasi biayanya mencapai 5,7 juta euro – atau sekitar 81 miliar rupiah – tersebut.

Bakal beroperasi pada 2019, galeri pameran permanen ini dinamai Gabrielle Chanel Rooms, diambil dari nama pendiri The House of Chanel, dan terletak di ruang bawah tanah Palais Galliera. Koleksi yang ditampilkan adalah sejarah mode dari abad 18 hingga kini, termasuk pakaian, aksesori, foto-foto, dan seni grafis. Nantinya, selain berkeliling museum, pengunjung juga dapat membeli buku di toko buku, atau mengikuti pelatihan di sejumlah workshop-nya.

 

Sekolah Sihir Ala Hogwarts Bakal Hadir di Sussex Timur

Terinspirasi oleh kesuksesan College of Wizardry di Polandia dan New World Magischola di Virginian, Rogue Events Limited kemudian menyulap kastil bersejarah Herstmonceux di Sussex Timur, Inggris, menjadi seperti Hogwarts, sekolah sihir dalam kisah Harry Potter.

Dinamai Bothwell School of Witchcraft, sekolah dadakan ini beroperasi mulai 11 hingga 13 Agustus 2017. Di sini, pengunjung tak hanya bisa tahu bagaimana rasanya hidup dan sekolah di dunia Harry Potter, namun juga diajak memecahkan berbagai kasus pembunuhan dan mengikuti berbagai kelas, mulai dari membuat ramuan hingga nekromansi.

Kastil Herstmonceux yang berasal dari abad 15 (dan merupakan salah satu contoh tertua dari arsitektur batu bata di Inggris) bakal menjadi latar sempurna untuk berbagai pelajaran sihir ini.

“Bayangkan ketika Anda datang jauh-jauh (dari mana pun asal Anda), lalu tiba di suatu jalanan yang entah mengarah ke mana dan seperti tak ada ujungnya. Anda kemudian menyusuri deretan pepohonan, hingga akhirnya menemukan kastil yang memukau ini!” kata Cameron Readman, salah satu kreator sekaligus sutradara dan tim kreatif di balik proyek ini.

“Kastilnya sendiri bakal lebih memesona, dengan jembatan yang mengarah ke pintu kastil yang sangat besar,” tambahnya. Di balik pintu tersebut, para siswa sekolah sihir ini dapat menyusuri lorong pendek dengan langit-langit melengkung sebelum tiba di bagian dalam kastil.

Detail lainnya masih menyusul, namun yang pasti, pengunjung dapat mengikuti permainan yang berbau sihir, menikmati acara makan malam di aula yang luas, dan menjumpai sejumlah karakter yang bakal mengajak mereka untuk mengikuti petualangan seru.

 

Manfaat Kesehatan “Summer Fruits” Asal Australia

Melanjutkan rangkaian kampanye tahunannya yang bertajuk Now! In Season, pemerintah negara bagian Victoria kembali menggelar gathering untuk media di Jakarta pada 8 Maret 2017 di Culinaria Modena Experience, Jakarta, bersama Komisioner Victoria untuk Asia Tenggara, Brett Stevens, Asisten Menteri untuk Wakil Perdana Menteri Australia, Luke Hartsuyker, dan  chef muda ternama, Yuda Bustara.

Dalam acara ini, Yuda Bustara menunjukkan cara mengolah buah-buahan asal Australia yang sedang musim, yaitu summer fruits atau buah musim panas yang terdiri dari persik, aprikot, nektarin, dan plum, tanpa mengurangi kandungan vitaminnya. Untuk menu utamanya, ia menghadirkan Sirloin with Chimichuri yang memadukan kandungan protein tinggi dari daging sirloin Australia dengan kandungan vitamin dari nektarin, sementara untuk dessert-nya, tersaji Pavlova with Plum Sauce yang tampilannya menggiurkan.

Yuda Bustara selalu yakin dengan kualitas buah-buahan dari Australia. “Victoria menggunakan sistem hortikultura yang canggih dan terjaga dengan baik, sehingga hasil panennya selalu berkualitas baik. Kedekatan jarak antara Victoria dan Jakarta juga memastikan kesegaran buah tetap terjaga saat tiba di tangan konsumen,” ungkapnya.

Brett Stevens juga menegaskan bahwa kualitas dan kesegaran memang poin andalan produk-produk hortikultura negeri kanguru ini. “Selain berkualitas, buah-buahan lokal kami juga terkenal segar dan manis,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Luke Hartsuyker. “Kami memahami bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya gaya hidup sehat, dan karena itulah kami berharap agar regulasi ekspor yang ada akan tetap mendukung kami untuk memberikan Anda akses terhadap buah-buahan asal Australia.”

Kampanye Now! In Season ini telah berlangsung sejak Desember 2016 lalu dan akan berlanjut sampai Juni 2017 mendatang. Buah-buahan lain yang dipromosikan sepanjang masa kampanye adalah anggur, apel, dan pir. Sementara untuk sayur-mayur, Now! In Season mempromosikan wortel dan bawang bombai. Produk ini dapat dibeli di toko-toko berikut: Ranch Market, Foodhall, Kemchicks Pacific Place, Transmart, dan Lotte Mart.